This Is Blog For Art Game, Literature, And Etc. ALL ABOUT ART ^_^ | Thanks For Looking, Don't Forget LIKE And FOLLOW Me ^_^

Hamparan Cinta Kesedihan

Yah cerita ini hanyalah sebuah cerita biasa yang dibuat ┬ákarena seseorang dan untuk seseorang, hanya saja mungkin tiada guna untuknya. Ya selamat menikmati sajalah, oke cekidot… ^_^

Saat itu saya tertidur lelap. Di dalam mimpiku terukirkan wajah pujaan hatiku, orang yang sangat saya cintai dalam hidup ini. Saya bermimpi bertemu dengannya dalam sebuah ikatan pelaminan. Saya menjalani hidup dengannya dengan suasana kebahagiaan tanpa ada air mata kesedihan yang menetes sedikit saja. Kita berlari-lari di tepi pantai yang sangat indah, tetapi saya terjatuh karena sebuah batu. Namun ternyata saya jatuh dari tempat tidur saya dalam suasana sang surya dari timur dan saya menyadari bahwa saya itu semua hanyalah mimpi belaka. Meskipun, saya mengharapkan dirinya untuk benar-benar menjadi bagian dari hidup saya.
Suatu waktu saya mengajaknya untuk berjalan-jalan di sebuah taman dekat bukit. Disanalah, kita berdiri bersama dengan ditemani oleh suara syahdu dari sepoi angin dan bunga-bunga yang indah.Kitam menikmati suasana itu dengan rasa gembira. Saat itu saya berfikir bahwa inilah waktunya tepat untuk mengungkapkan isi hatiku selama ini. Saya menyuruhnya untuk menatap mata saya dan saya ungkapkan semua perasaan saya.
“Lind, aku boleh bilang sesuatu tidak ke kamu?” Katanya dengan rintih.
“Mau bilang apa ?” tanyanya dengan penasaran.
“Sejujurnya saya mencintai dirimu dari dulu bertemu, izinkanlah diriku untuk menjadi bagian dari hidupmu.”
Dia terlihat sangat kaget, tangannya bergetar, dan matanya selalu menunduk kebawah. Dia seperti sangat kebingungan sekali dan ia menjawabnya dengan rasa takut.
“Maafkan diriku. Aku tidak bisa menjadikan dirimu sebagain bagian dari hidupku ini, karena aku selama ini hanya mengangapmu sebagai teman terbaikku. Sekali lagi maaf aku, ndra.” Jawabnya dengan diikuti tetes-tetes air mata.
Hatiku hancur berkeping-keping bagaikan sebuah Cangkang yang awalnya sangat kuat, namun tiba-tiba tertipa oleh sebuah gunung yang besar. Rasa sakitnya begitu mendalam di dalam hati ini. Hingga diri ini tak sanggup untuk bergerak dari tempat beranjak ini. Impian-impian yang sudah lama saya inginkan telah hancur sia-sia hanya karena sebuah kata ” Maaf”. Bingung diri ini yang tak berdaya hanya karena sebuah kata. Tiba-tiba dia yang melihatku terpukul akan jawabannya itu memberikan diriku sebuah senyuman kebahagiaan dan ia mengatakan kata-kata terindahnya.

“Janganlah bersedih. Aku mungkin bukanlah bagian dari tulang rusukmu, namun ingatlah bahwa aku adalah Figuran yang membantu mengisi hidupmu yang bagai panggung sandiwara ini.”
Saya yang telah terlanjur jatuh, tak menghiraukannya sedikitpun saja. Dalam pikirin ini hanya terlukiskan gambaran kesedihan dan sakit hati. Mungkin di masih bisa tersenyum meski dalam kesedihan, namun saya yang tak kuasa menahan semuanya hanya dapat menundukkan mata dan manahan tetes air mata ini. Dia tidak pernah tau seberapa besarnya rasa ini kepadanya, dia hanya mengharapkan diriku hanya sebagai seorang teman biasa.
Saya yang tak ingin semakin sakit hati melihatnya didepanku. Saya lekas berlari jauh meninggalkan dirinya sendiri. Diriku yang terpenuhi oleh rasa hampa bergegas menaiki sepeda motor tanpa menggunakan kesadaran. Semakin saya mengingat semuanya, semakin pula saya mempercepat laju motor ini hingga 140 km/jam tanpa pikir panjang.
Tiba-tiba di sebuah tikungan dua jalur, saya yang tak dapat mengontrol motor menabrak sebuah mobil yang juga sedang berbelok. Saya terpental dari motor saya. Saya melihat motor saya rusak parah dan setelah itu saya dibawa oleh mobil ambulance itu ke rumah sakit terdekat. Disana saya dirawat dari ruang UGD ke ICU dan semua biaya pengobatan dibiayai oleh pemilik mobil tadi. Setelah itu saya pingsan.
Saat saya telah dapat membuka mata ini terlihat seorang suster didepan saya. Dia sedang menyiapkan makan dan mengatur infus saya. Namun, setelah melihat suster tersebut saya menjadi teringatkan kejadian tersebut dan air mata ini menetes lagi untuknya. Suster itu bingung dan menanyakannya dengan senyum menghibur.
“Kenapa menangis mas? Setelah tidur 2 hari, bangun-bangun langsung sedih gitu?”
“Bukan kenapa-kenapa kok sus. Hanya teringatkankan seseorang “.
Setelah itu saya menceritakan semua kepada dokter itu, kenapa saya bisa seperti ini. Tiap kata per detik yang saya untaikan, suster itu mendengarkan dengan senang hati dan dia memberikanku sebuah nasihat bahwa cinta itu butuh proses. Cinta tidak pernah bisa dipaksakan, biarkanlah dia dengan pilihannya itu. Jika kamu masih ingin bersamanya tunjukkanlah ketulusanmu untuknya hingga hatinya ditumbuhi oleh ketulusanmu dan hatinya terbuka lebar untukmu, namun jika dia masih tidak bisa menerimamu menjadi pendampingnya maka kamu haruslah ikhlas menerima semuanya dengan lapang dada, mungkin dia bukanlah jodoh yang tepat buatmu. Mungkin juga kamu haruslah mencari seseorang yang lain untuk menggantikannya mengisi lubang kecil dalam hati itu dan hatiku terasa sedikit lega.

2 responses

  1. parahita

    bagus sih, tapi sek onok sing typo :p

    13 April 2014 at 12.55

    • maklum, buatnya malam2 -_-

      8 August 2014 at 07.42

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s